Truntum Tuntun Nogo
BATIK JAWA


Batik ini memiliki motif yang khas karena tidak seperti pakem motif Truntum pada umumnya. Motif Truntum biasanya hanya polos dan digunakan untuk upacara pernikahan, namun motif Truntum Tuntun Nogo memiliki gambar naga yang digambarkan utuh. Kain ini termasuk dalam jenis batik Saudagaran. Saudagaran sendiri adalah jenis batik yang dibuat di luar Kraton dan dapat digunakan oleh siapa saja.
Motif Truntum yang merupakan salah satu motif larangan atau terbatas untuk penghuni kraton, dimodifikasi dengan ditambahkan gambar naga sebagai simbol kekuatan bagi penggunanya. Pada zaman Kerajaan Mataram Islam sebenarnya tidak diizinkan untuk menggambar binatang atau tumbuhan di atas batik.
Makna kain ini adalah menuntun naga yang juga dimaknai untuk menjaga hati dari kekuatan buruk dan menggunakan kekuatan untuk kebaikan. Biasanya motif-motif seperti ini digunakan pada acara-acara spesial yang berkaitan dengan urusan pemerintahan pada masanya, seperti pelantikan pangeran dan bupati.